Pekalongan (12/9) – Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ) menjadi salah satu cabang seni dalam rangkaian Pekan Olahraga, Seni, dan Ilmiah (PORSI) JAWARA II PTKIN se-Jawa dan Madura yang diselenggarakan di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur). Perlombaan berlangsung selama dua hari, Jumat–Sabtu (11–12/9/2026), bertempat di Gedung Perpustakaan Lantai 1.
Rangkaian perlombaan diawali dengan babak semifinal, Jumat (11/9) dan dilanjutkan dengan babak final pada Sabtu (12/9). Peserta dari sejumlah PTKIN menampilkan kemampuan terbaiknya dalam menyampaikan syarhil Al-Qur’an melalui perpaduan pidato, tilawah, dan sari tilawah.
Babak final berlangsung hingga sekitar pukul 10.20 WIB sebelum dilanjutkan dengan pengumuman hasil perlombaan. Tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, MSQ juga menjadi ruang bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan dalam menyampaikan nilai-nilai Al-Qur’an melalui seni dan kemampuan berbicara di hadapan publik.
Menjelang pengumuman pemenang, Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN Gus Dur, Amat Zuhri, menyampaikan pesan kepada seluruh peserta agar hasil perlombaan tidak menjadi akhir dari proses belajar dan pengembangan diri.
“Nanti siapa pun yang menang menjadi juara satu, tetap selalu ditingkatkan. Siapa pun yang tidak menjadi juara, masih akan ada matahari di ufuk timur,” tuturnya.
Ia juga mengibaratkan Al-Qur’an seperti berlian yang memiliki banyak sudut. Menurutnya, setiap sudut dapat menampilkan cahaya yang berbeda, sebagaimana Al-Qur’an yang memiliki keluasan makna dan dapat dipahami melalui berbagai sudut pandang.
“Bahwa Al-Qur’an itu seperti berlian yang memiliki banyak sudut, yang apabila ketika diambil dari sudut yang berbeda akan menampilkan cahaya yang berbeda,” jelasnya.
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa MSQ bukan semata-mata tentang siapa yang keluar sebagai pemenang, melainkan juga tentang proses peserta dalam belajar, mengasah kemampuan, serta menyampaikan pesan-pesan Al-Qur’an dengan cara yang kreatif dan bermakna.
Hasil penilaian dewan juri menetapkan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai Juara I dengan nilai 89, disusul UIN Sunan Gunung Djati Bandung sebagai Juara II dengan nilai 87 dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai Juara III dengan nilai 86. Sementara itu, Harapan I diraih UIN Sunan Ampel Surabaya dengan nilai 85, Harapan II UIN K.H. Ahmad Siddiq Jember dengan nilai 82, dan Harapan III UIN Syekh Wasil Kediri dengan nilai 73.
Para pemenang memperoleh penghargaan berupa medali sesuai dengan peringkat yang diraih, yakni medali emas untuk Juara I, medali perak untuk Juara II, dan medali perunggu untuk Juara III.
Pelaksanaan MSQ turut memperkuat semarak cabang seni dalam PORSI JAWARA II sebagai wadah bagi mahasiswa PTKIN se-Jawa dan Madura untuk menunjukkan kreativitas, kemampuan, serta kecintaan terhadap Al-Qur’an melalui seni syarhil.
Penulis : Alis Kholisoh
Editor : Sri Lestari
Redaktur : Tim Kerja Humas
Rangkaian perlombaan diawali dengan babak semifinal, Jumat (11/9) dan dilanjutkan dengan babak final pada Sabtu (12/9). Peserta dari sejumlah PTKIN menampilkan kemampuan terbaiknya dalam menyampaikan syarhil Al-Qur’an melalui perpaduan pidato, tilawah, dan sari tilawah.
Babak final berlangsung hingga sekitar pukul 10.20 WIB sebelum dilanjutkan dengan pengumuman hasil perlombaan. Tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, MSQ juga menjadi ruang bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan dalam menyampaikan nilai-nilai Al-Qur’an melalui seni dan kemampuan berbicara di hadapan publik.
Menjelang pengumuman pemenang, Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN Gus Dur, Amat Zuhri, menyampaikan pesan kepada seluruh peserta agar hasil perlombaan tidak menjadi akhir dari proses belajar dan pengembangan diri.
“Nanti siapa pun yang menang menjadi juara satu, tetap selalu ditingkatkan. Siapa pun yang tidak menjadi juara, masih akan ada matahari di ufuk timur,” tuturnya.
Ia juga mengibaratkan Al-Qur’an seperti berlian yang memiliki banyak sudut. Menurutnya, setiap sudut dapat menampilkan cahaya yang berbeda, sebagaimana Al-Qur’an yang memiliki keluasan makna dan dapat dipahami melalui berbagai sudut pandang.
“Bahwa Al-Qur’an itu seperti berlian yang memiliki banyak sudut, yang apabila ketika diambil dari sudut yang berbeda akan menampilkan cahaya yang berbeda,” jelasnya.
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa MSQ bukan semata-mata tentang siapa yang keluar sebagai pemenang, melainkan juga tentang proses peserta dalam belajar, mengasah kemampuan, serta menyampaikan pesan-pesan Al-Qur’an dengan cara yang kreatif dan bermakna.
Hasil penilaian dewan juri menetapkan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai Juara I dengan nilai 89, disusul UIN Sunan Gunung Djati Bandung sebagai Juara II dengan nilai 87 dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai Juara III dengan nilai 86. Sementara itu, Harapan I diraih UIN Sunan Ampel Surabaya dengan nilai 85, Harapan II UIN K.H. Ahmad Siddiq Jember dengan nilai 82, dan Harapan III UIN Syekh Wasil Kediri dengan nilai 73.
Para pemenang memperoleh penghargaan berupa medali sesuai dengan peringkat yang diraih, yakni medali emas untuk Juara I, medali perak untuk Juara II, dan medali perunggu untuk Juara III.
Pelaksanaan MSQ turut memperkuat semarak cabang seni dalam PORSI JAWARA II sebagai wadah bagi mahasiswa PTKIN se-Jawa dan Madura untuk menunjukkan kreativitas, kemampuan, serta kecintaan terhadap Al-Qur’an melalui seni syarhil.
Penulis : Alis Kholisoh
Editor : Sri Lestari
Redaktur : Tim Kerja Humas