Beranda Berita Artikel
11 September 2026 · 69 views

Mahasiswa Adu Gagasan dalam kompetisi Business Plan PORSI JAWARA II, 3 Tim Terbaik PTKIN Rebut Juara

T

Tim Humas

humas

Mahasiswa Adu Gagasan dalam kompetisi Business Plan PORSI JAWARA II, 3 Tim Terbaik PTKIN Rebut Juara
Pekalongan (11/09) — Kompetisi Business Plan menjadi salah satu cabang ilmiah dalam Pekan Olahraga, Seni, dan Ilmiah (PORSI) JAWARA II 2026 PTKIN se-Jawa dan Madura yang digelar di Meeting Room FEBI Lantai 3 UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Kompetisi ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan bisnis sekaligus menawarkan solusi atas berbagai persoalan di masyarakat. 

Setelah melalui rangkaian presentasi dan penilaian pada Kamis (10/09/2026), Tim Pewaris dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berhasil meraih Juara I dengan nilai 80,75. Tim yang beranggotakan Daris, Daffa Qurunulbahri Hidayatullah, dan Fathma Ilma Silvi Saluka tersebut berhasil unggul dari peserta lainnya. Juara II diraih Tim Alhamdulillah dari UIN Sunan Ampel Surabaya dengan nilai 79,37, yang beranggotakan Salsabila Nur Rani, Ade Revandio Triandhoko, dan Sufyan Abror. Sementara itu, Tim AWM dari UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan meraih Juara III dengan nilai 79,08, dengan anggota M. Abdul Hikam, May Naila Khoiroh, dan Williyan Nawwal Maulana. Pengumuman juara disampaikan pada Jum’at (11/09/2026) setelah seluruh rangkaian penilaian selesai. 

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Muh. Khafidz Ma’shum, menyampaikan dalam sambutannya bahwa prestasi tidak hanya dilihat dari hasil akhir, tetapi juga dari proses dan perjuangan yang telah dilalui peserta. 

“Menang dan kalah hanyalah di atas kertas, tetapi perjuangan dan proses adalah prestasi yang tidak semua mahasiswa punya,” tuturnya. 

Koordinator Lomba, Fitri Kurniawati, turut memberikan motivasi kepada seluruh peserta. Ia menyampaikan bahwa peserta yang belum terpilih sebagai yang terbaik bukan berarti tidak memiliki kemampuan, tetapi masih memiliki kesempatan untuk meraih hal yang lebih baik. 

“Yang tidak terpilih sebagai terbaik bukan berarti tidak baik, tetapi ada hal yang akan lebih baik nantinya,” ujarnya. 

Sementara itu, dewan juri Trias Wahyu Arditra mengapresiasi seluruh peserta yang telah menghadirkan ide-ide terbaik. Ia memberikan catatan agar peserta ke depan tidak hanya berfokus pada banyaknya fitur dalam produk, tetapi lebih mendalam dalam menggali problematika yang ingin diselesaikan. 

“Problematika juga harus banyak digali, bukan memperbanyak fitur, tetapi fokus pada spesifik problemnya,” jelasnya. 

Kompetisi ini menjadi pengalaman bagi peserta untuk menguji gagasan sekaligus belajar melihat persoalan secara lebih spesifik. Masukan dari dewan juri diharapkan menjadi bekal untuk mengembangkan ide bisnis yang lebih tepat sasaran ke depannya. 

 

Penulis : Rahma Aulia Irmiati  

Editor : Serin Himatus Soraya

Redaktur : Tim Kerja Humas
Bagikan:

Helpdesk PORSI JAWARA II

Silakan pilih layanan bantuan kami