Pekalongan (11/09) — Enam finalis Film Pendek PORSI JAWARA II beradu kreativitas melalui karya audiovisual yang mereka hasilkan. Bertempat di Meeting Room FTIK UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, keenam finalis mempresentasikan film mereka secara bergiliran di hadapan dewan juri, Jumat (11/09/2026).
Tahap final menjadi kesempatan bagi setiap tim untuk memperkenalkan karya sekaligus menjelaskan gagasan yang mereka bawa melalui film. Presentasi mencakup penjelasan mengenai cerita, pesan, hingga proses kreatif yang menjadi bagian dari pembuatan karya.
Persaingan tidak hanya ditentukan dari menarik atau tidaknya sebuah film ketika ditayangkan. Para finalis juga perlu menunjukkan bagaimana gagasan tersebut dikembangkan dan dikemas menjadi sebuah karya audiovisual yang mampu menyampaikan pesan kepada penonton.
Enam karya yang masuk ke babak final hadir dengan cerita dan pendekatan yang berbeda. Perbedaan tersebut membuat setiap tim memiliki kekuatan masing-masing, baik dari sisi cerita, audio, visual, maupun cara menyampaikan pesan.
Setelah seluruh finalis menyelesaikan tahap presentasi dan penilaian, UIN Salatiga berhasil meraih Juara 1 melalui film “Tumpeng”. UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember menempati Juara 2 dengan karya “O Dua”, sementara UIN Syarif Hidayatullah Jakarta meraih Juara 3 melalui film “Nada Yang Hampir Hilang”.
Ungkapan syukur disampaikan oleh juara 1 tim UIN Salatiga atas hasil yang diraih. Mereka menyampaikan bahwa pencapaian tersebut tidak terlepas dari proses persiapan dan dukungan berbagai pihak.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung. Persiapannya sekitar satu bulan lebih, mulai dari konsep hingga produksi. Alhamdulillah, kerja keras bersama akhirnya membuahkan hasil,” ungkapnya.
Melalui cabang lomba Film Pendek, PORSI JAWARA II tidak hanya menjadi ajang untuk memperebutkan gelar juara. Kompetisi ini juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengolah ide, bekerja secara kreatif, dan menyampaikan gagasan melalui media audiovisual.
Enam finalis telah membawa cerita mereka ke hadapan juri. Pada akhirnya, karya terbaik bukan hanya tentang apa yang terlihat di layar, tetapi juga tentang bagaimana sebuah cerita mampu meninggalkan pesan dan kesan bagi penontonnya.
Penulis : Rahma Aulia Irmiati
Editor : Sri Lestari
Redaktur : Tim Kerja Humas
Tahap final menjadi kesempatan bagi setiap tim untuk memperkenalkan karya sekaligus menjelaskan gagasan yang mereka bawa melalui film. Presentasi mencakup penjelasan mengenai cerita, pesan, hingga proses kreatif yang menjadi bagian dari pembuatan karya.
Persaingan tidak hanya ditentukan dari menarik atau tidaknya sebuah film ketika ditayangkan. Para finalis juga perlu menunjukkan bagaimana gagasan tersebut dikembangkan dan dikemas menjadi sebuah karya audiovisual yang mampu menyampaikan pesan kepada penonton.
Enam karya yang masuk ke babak final hadir dengan cerita dan pendekatan yang berbeda. Perbedaan tersebut membuat setiap tim memiliki kekuatan masing-masing, baik dari sisi cerita, audio, visual, maupun cara menyampaikan pesan.
Setelah seluruh finalis menyelesaikan tahap presentasi dan penilaian, UIN Salatiga berhasil meraih Juara 1 melalui film “Tumpeng”. UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember menempati Juara 2 dengan karya “O Dua”, sementara UIN Syarif Hidayatullah Jakarta meraih Juara 3 melalui film “Nada Yang Hampir Hilang”.
Ungkapan syukur disampaikan oleh juara 1 tim UIN Salatiga atas hasil yang diraih. Mereka menyampaikan bahwa pencapaian tersebut tidak terlepas dari proses persiapan dan dukungan berbagai pihak.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung. Persiapannya sekitar satu bulan lebih, mulai dari konsep hingga produksi. Alhamdulillah, kerja keras bersama akhirnya membuahkan hasil,” ungkapnya.
Melalui cabang lomba Film Pendek, PORSI JAWARA II tidak hanya menjadi ajang untuk memperebutkan gelar juara. Kompetisi ini juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengolah ide, bekerja secara kreatif, dan menyampaikan gagasan melalui media audiovisual.
Enam finalis telah membawa cerita mereka ke hadapan juri. Pada akhirnya, karya terbaik bukan hanya tentang apa yang terlihat di layar, tetapi juga tentang bagaimana sebuah cerita mampu meninggalkan pesan dan kesan bagi penontonnya.
Penulis : Rahma Aulia Irmiati
Editor : Sri Lestari
Redaktur : Tim Kerja Humas