Pekalongan (11/9) – Ketegangan mewarnai ruang sidang Laboratorium Peradilan Semu Fakultas Syariah (Fasya) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Jumat (11/9/2026). Cabang lomba Peradilan Semu (Moot Court) pada ajang PORSI JAWARA II 2026 resmi menuntaskan babak final yang berlangsung mulai pukul 13.30 hingga 15.00 WIB.
Para delegasi perwakilan PTKIN se-Jawa dan Madura tampil maksimal memperagakan jalannya persidangan. Setiap tim menunjukkan penguasaan berkas perkara, argumentasi hukum, hingga teknik pembuktian di hadapan dewan juri ahli.
Dekan Fakultas Syariah UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Maghfur, dalam sambutannya pada sesi pengumuman kejuaraan menegaskan makna mendalam di balik kompetisi ini.
“Dalam perlombaan peradilan kita telah belajar untuk selalu komitmen dalam jalan kebenaran, keadilan, dan jalan kemanusiaan di atas hukum,” tegas Maghfur.
Usai persidangan dan proses penimbangan nilai yang presisi, panggung kejuaraan cabang Peradilan Semu akhirnya mengumumkan para pemenang. Gelar Juara I berhasil diraih oleh kontingen UIN Sunan Ampel Surabaya atas keunggulan analisis dan performa persidangan yang meyakinkan.
Sementara itu, posisi Juara II ditempati oleh UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, disusul oleh UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten yang mengamankan predikat Juara III. Adapun predikat Juara Harapan I diraih oleh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, serta Juara Harapan II diraih oleh tuan rumah UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
Dominasi UIN Sunan Ampel Surabaya semakin tidak tergoyahkan setelah sukses menyapu bersih seluruh penghargaan kategori individu dan berkas terbaik, yakni kategori Majelis Hakim Terbaik, Penuntut Umum Terbaik, Advokat Terbaik, serta Berkas Terbaik.
Seluruh rangkaian perlombaan Peradilan Semu berjalan tertib dan lancar. Ajang ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga sarana mengasah kemahiran praktis hukum bagi para calon penegak hukum dari PTKIN se-Jawa dan Madura.
Penulis : Seftia Nurul Izati
Editor : Sri Lestari
Redaktur : Tim Kerja Humas
Para delegasi perwakilan PTKIN se-Jawa dan Madura tampil maksimal memperagakan jalannya persidangan. Setiap tim menunjukkan penguasaan berkas perkara, argumentasi hukum, hingga teknik pembuktian di hadapan dewan juri ahli.
Dekan Fakultas Syariah UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Maghfur, dalam sambutannya pada sesi pengumuman kejuaraan menegaskan makna mendalam di balik kompetisi ini.
“Dalam perlombaan peradilan kita telah belajar untuk selalu komitmen dalam jalan kebenaran, keadilan, dan jalan kemanusiaan di atas hukum,” tegas Maghfur.
Usai persidangan dan proses penimbangan nilai yang presisi, panggung kejuaraan cabang Peradilan Semu akhirnya mengumumkan para pemenang. Gelar Juara I berhasil diraih oleh kontingen UIN Sunan Ampel Surabaya atas keunggulan analisis dan performa persidangan yang meyakinkan.
Sementara itu, posisi Juara II ditempati oleh UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, disusul oleh UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten yang mengamankan predikat Juara III. Adapun predikat Juara Harapan I diraih oleh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, serta Juara Harapan II diraih oleh tuan rumah UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
Dominasi UIN Sunan Ampel Surabaya semakin tidak tergoyahkan setelah sukses menyapu bersih seluruh penghargaan kategori individu dan berkas terbaik, yakni kategori Majelis Hakim Terbaik, Penuntut Umum Terbaik, Advokat Terbaik, serta Berkas Terbaik.
Seluruh rangkaian perlombaan Peradilan Semu berjalan tertib dan lancar. Ajang ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga sarana mengasah kemahiran praktis hukum bagi para calon penegak hukum dari PTKIN se-Jawa dan Madura.
Penulis : Seftia Nurul Izati
Editor : Sri Lestari
Redaktur : Tim Kerja Humas